Mengapa harus menggunakan R?

Proses komputasi statistik dapat dilakukan baik secara manual ataupun dengan menggunakan statistical package. Jika keduanya dibandingkan, komputasi dengan stastical package cenderung lebih cepat sehingga dapat menghemat waktu. Diantara beberapa statistical package yang ada, SPSS, Minitab dan SAS merupakan beberapa statistical package yang paling banyak digunakan. Hanya saja, banyak diantara kita yang tidak menggunakan perangkat lunak legal, sehinga cenderung menggunakan statistical package bajakan yang dapat melanggar hak cipta. Salah satu alasan mengapa hal ini terjadi adalah karena para pengguna statistical package tersebut merasa bahwa harga dari perangkat lunak yang ada tidak dapat dijangkau.

Sebagai salah satu alternatif dari statistical package berbayar, dewasa ini berkembang beberapa open source statistical package yang memiliki kemampuan yang sama dengan statistical package di atas. Karena open source, setiap calon pengguna dapat mengunduhnya secara gratis dan legal.

Salah satu open source statistical package yang cukup popular adalah “R”. R pertama kali dikembangkan oleh Ross Ihaka and Robert Gentleman di University of Auckland, Selandia Baru. Nama R sendiri diambil dari huruf pertama dari nama depan penemu R software (Hornik, 2016). Selain gratis, R memiliki beberapa kelebihan seperti mampu membuat object, function, dan packages (Ulrich, 2010). R dapat memiliki kemampuan tersebut karena selain sebagai sebuah perangkat lunak, R juga merupakan sebuah bahasa pemrograman.

 

Referensi

Hornik, K. (2016). R FAQ. Retrieved March 16, 2016, from https://cran.r-project.org/doc/FAQ/R-FAQ.html#Why-is-R-named-R_003f

Ulrich, J. (2010, December 14). Why Use R?. Retrieved from http://www.r-bloggers.com/why-use-r/

 

 

You may also like